ELNUSA Group

Clean-Respectful-Synergy

MENPERA RESMIKAN RUMAH TERAKHIR DI DESA PEMULIHAN TERPADU ELNUSA YOGYAKARTA

Tepat satu tahun setelah gempa berkekuatan 5,9 SR mengguncang propinsi Jogjakarta,ELNUSA rampungkan program Desa Pemulihan Terpadu di dusun Kedaton Kidul, Bantul, Jogjakarta.

Menteri Negara Perumahan Rakyat, M. Yusuf Asy’ari meresmikan rumah tahan gempa terakhir yang dibangun oleh ELNUSA kemarin (27/05/07). Rumah tahan gempa tipe 36 ini merupakan salah satu dari 147 rumah yang merupakan bagian dari Program Desa Pemulihan Terpadu ELNUSA di dusun Kedaton Kidul, Bantul, Jogjakarta.

Bersamaan dengan peringatan satu tahun gempa Jogjakarta, Menpera memberikan kunci rumah tahan gempa tipe 36 kepada Sumarsono, tokoh masyarakat di Desa Pemulihan Terpadu ELNUSA, Kedaton Kidul. “Saya sangat senang karena tepat satu tahun setelah gempa terjadi, seluruh warga di Kedaton Kidul dapat kembali menempati rumah masing-masing dan juga kembali dapat bekerja dan sekolah,” ujar Sumarsono saat ijab-kabul peresmian rumahnya tersebut. Setelah meresmikan rumah terakhir tersebut, Menpera melanjutkan dengan mengelilingi Desa Pemulihan Terpadu ELNUSA untuk melihat rumah-rumah yang lain dan mengakhirinya dengan bermain bersama anak-anak di desa tersebut.

Program Pemulihan Desa Terpadu ini merupakan kerjasama antara ELNUSA, perusahaan migas lokal terkemuka, dan lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), yang selama ini selalu menjadi mitra strategis ELNUSA dalam melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pembangunan rumah tahan gempa merupakan proyek utama yang dilakukan dalam program ini karena 147 rumah yang terdapat di dusun Kedaton Kidul hancur akibat getaran gempa bumi. Proyek pembangunan rumah tahan gempa ini dirancang agar mampu menahan getaran sampai 7 skala richter. Selain proyek pembangunan rumah tahan gempa, ELNUSA bersama ACT juga membangun kembali perekonomian warga dusun Kedaton Kidul dengan menghidupkan usaha tobong batu bata dan mendirikan beberapa sarana pendidikan (sekolah dan TPA), kesehatan (Puskesmas), serta ibadah (Masjid).

“Kerjasama antara ELNUSA dan ACT dalam Program Pemulihan Desa Terpadu ditandai dengan peletakan batu pertama yang telah dilakukan pada 11 Juni 2006 lalu,” jelas Rudy Radjab, Direktur Utama PT. ELNUSA. “Komitmen ELNUSA sangat kuat untuk membantu warga dusun Kedaton Kidul dalam mengembalikan roda kehidupan seperti sedia kala.” lanjutnya.

Sementara itu, Haris Syahrudin, yang merupakan VP. Corporate Secretary PT. ELNUSA mengatakan bahwa terdapat tiga jenis tipe rumah yang dibangun di Desa Pemulihan Terpadu ELNUSA, yaitu tipe 45, tipe 36, dan tipe 21. “Kami membangun rumah-rumah ini dengan sistem gotong royong dengan warga setempat. Kami menyediakan bantuan berupa tenaga ahli dan dana, sementara warga menyediakan batu bata, pasir, dan batu; yang berasal dari tobong batu bata yang kita bangun sepuluh hari setelah gempa terjadi.” Haris menambahkan bahwa dengan penerapan sistem gotong royong inilah dana yang tersedia dapat digunakan dengan efektif dan waktu pemulihan pun berjalan dengan efisien.

Rumah tahan gempa yang dibangun di Desa Pemulihan Terpadu ELNUSA merupakan rancangan dari Ir. Suranto MT dan Ir. Cholid Mahmud MT. Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan masing-masing rumah berkisar antara Rp. 16,000,000,- hingga Rp. 28,000,000,-. Saat ini Desa Pemulihan Terpadu ELNUSA di Kedaton Kidul menjadi representasi ideal bidang pemulihan masyarakat korban bencana alam. Menpera dalam sambutannya menyarankan entitas bisnis untuk mereplikasi program seperti Desa Pemulihan Terpadu ELNUSA ini di wilayah-wilayah yang lain.
penyerahan-kunci.jpg

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: